Pengadaan Alat Cek Oksigen Darah adalah proses belanja alat kesehatan non-invasif yang mengukur saturasi oksigen (SpO2) dan frekuensi nadi (PR Bpm) dalam 10–30 detik. Di pasaran alat ini lebih dikenal sebagai pulse oximeter. Bagi PPK dan pengelola alkes, kesulitan utamanya bukan mencari unit murah, melainkan memastikan spesifikasi teknis, legalitas, dan purna jual tertulis rapi di satu dokumen yang lolos audit.
Empat hal berikut paling sering direvisi saat pemeriksaan: spesifikasi terlalu umum, izin edar tidak dicek per tipe unit, syarat TKDN dilupakan, dan tidak ada kewajiban uji fungsi saat serah terima.
Spesifikasi Teknis Wajib dalam Pengadaan Alat Cek Oksigen Darah

Spesifikasi yang hanya menyebut “pulse oximeter digital jari” membuka celah bagi penyedia tanpa kualifikasi. Masukkan batas minimum berikut ke dokumen pengadaan.
| Komponen | Spesifikasi Minimal | Alasan Dimasukkan |
|---|---|---|
| Rentang ukur SpO2 | 70–100%, resolusi 1% | Mencakup pasien hipoksemia berat, bukan hanya kondisi normal |
| Akurasi | ±2% (ARMS) pada rentang 70–100% SpO2 | Standar kelayakan klinis; klaim tanpa dokumen pengujian adalah tanda bahaya |
| Parameter tampil | SpO2, PR Bpm, PI, bentuk gelombang pletismograf | PI dan waveform dipakai menilai apakah sinyal valid |
| Alarm | Batas bawah SpO2 dan nadi, dapat disetel | Wajib untuk IGD dan ruang rawat inap |
| Memori | Minimal 12 jam, dapat diekspor | Bukti tren pembacaan untuk rekam medis |
| Catu daya | Baterai isi ulang dengan opsi alkaline dan indikator daya rendah | Kesiapan saat listrik padam atau rujukan lapangan |
| Ketahanan bodi | Minimal IP22, tahan disinfeksi alkohol 70% | Disinfeksi rutin antar pasien |
| Standar acuan | ISO 80601-2-61 dan IEC 60601-1 | Standar khusus pulse oximeter dan keselamatan elektromedik |
Dokumen Legalitas yang Wajib Dilampirkan Penyedia
Unit tanpa izin edar tidak dapat dipertanggungjawabkan saat audit aset maupun inspeksi. Minta dokumen berikut sebelum penyedia masuk daftar peserta.
- Izin edar Kemenkes RI (AKL) lengkap dengan nomor registrasi per tipe unit, bukan hanya per merek.
- IDAK (Izin Distribusi Alat Kesehatan) sesuai Permenkes No. 118/MENKES/PER/VIII/2014.
- Sertifikat AKD dan nilai TKDN sebagai dasar preferensi harga pada pengadaan dalam negeri.
- ISO 13485 pada sisi produsen, plus surat penunjukan resmi dari principal dengan masa berlaku jelas.
- Manual penggunaan berbahasa Indonesia dan kartu garansi pabrikan minimal 12 bulan.
- Bukti dukungan purna jual: ketersediaan probe dewasa, anak, neonatal, dan baterai pengganti.
Kesalahan Pemasangan dan Perawatan yang Merusak Akurasi
Sensor fotolistrik menembakkan LED merah 660 nm dan inframerah 940 nm ke jaringan, lalu mengukur rasio penyerapan hemoglobin. Kesalahan pada lima titik berikut membuat angka layar tidak bisa dipercaya.
| Kesalahan | Efek pada Pembacaan | Perbaikan |
|---|---|---|
| Jari miring, longgar, atau tertekan terlalu kuat | Sinyal hilang atau SpO2 terbaca rendah palsu | Jepit di telunjuk atau ibu jari sampai gelombang stabil |
| Jari dingin atau vasokonstriksi | PI turun di bawah 0,4%, alarm artefak | Hangatkan tangan 1–2 menit sebelum pengukuran |
| Cat kuku gelap atau gel | SpO2 terbaca lebih rendah dari nilai sebenarnya | Lepas cat kuku atau pindah ke jari lain |
| Pasien bergerak saat pengukuran | Angka melompat, waveform rusak | Pilih unit dengan teknologi motion tolerance |
| Cahaya ambient kuat (lampu bedah, sinar matahari) | Interferensi pada fotodiode | Tutup sensor dan jauhkan dari sumber cahaya langsung |
Protokol Operasional Standar untuk Operator
- Istirahatkan pasien 5 menit, posisikan tangan setinggi jantung.
- Pastikan jari kering, hangat, dan tanpa cat kuku.
- Tunggu 10–30 detik sampai bentuk gelombang stabil sebelum mencatat angka.
- Catat SpO2, PR Bpm, dan PI; ulangi pengukuran bila PI di bawah 0,4%.
- Lap permukaan sensor dengan alkohol 70% setelah digunakan pasien berbeda.
Kalibrasi dan Pemeliharaan: Apa yang Sebenarnya Diwajibkan
Pulse oximeter tidak direkalibrasi ulang setiap tahun seperti alat ukur tekanan darah. Yang diwajibkan adalah uji fungsi berkala memakai SpO2 simulator untuk memverifikasi deviasi akurasi, mengikuti petunjuk pabrikan.
- Jadwalkan uji fungsi memakai simulator pada rentang 70%, 90%, dan 100% SpO2.
- Simpan hasil uji sebagai lampiran pemeliharaan aset, bukan sekadar sertifikat kalibrasi generik.
- Periksa keutuhan probe, kebersihan lensa LED/fotodiode, dan kondisi pegas penjepit setiap bulan.
- Ganti probe yang retak atau kabel yang terkelupas sebelum mengganggu hasil pembacaan.
- Simpan unit di suhu ruang, jauh dari sumber panas dan kelembapan tinggi.
Alur Pengadaan melalui e-Katalog LKPP dan Inaproc
- Finalkan spesifikasi teknis dan lampiran dokumen legalitas dari tabel di atas.
- Bandingkan unit, harga, dan nilai TKDN pada etalase alat cek oksigen darah e-Katalog LKPP.
- Verifikasi rekam jejak dan legalitas penyedia pada catatan penyedia di katalog Inaproc sebelum menyusun surat pesanan.
- Ajukan permintaan penawaran dan negosiasi harga melalui menu e-Purchasing di Inaproc.
- Terbitkan Surat Pesanan elektronik sesuai kontrak harga satuan yang berlaku.
- Lakukan uji fungsi unit saat serah terima, lalu unggah BAST dan catat aset pada inventaris instansi.
Checklist Verifikasi Penyedia sebelum Surat Pesanan Diterbitkan
- Nomor izin edar dapat diverifikasi per tipe unit yang ditawarkan.
- Harga wajar terhadap HPS; penawaran jauh di bawah pasar wajib dipertanyakan.
- Garansi dan SLA penggantian unit tertulis di kontrak, bukan hanya lisan.
- Lead time pengiriman dan ketersediaan probe pengganti jelas.
- Menyediakan sertifikat pengujian akurasi dan hasil uji fungsi saat serah terima.
- Tidak memaksa merek tertentu tanpa dasar kebutuhan teknis, yang berpotensi memicu sanggahan.
FAQ Seputar Alat Cek Oksigen Darah
Apa saja kesalahan yang sering terjadi saat menggunakan alat ukur saturasi oksigen?
Kesalahan umum meliputi posisi jari tidak pas, jari terlalu dingin, cat kuku gelap, dan pergerakan pasien saat pengukuran. Semuanya menggeser hasil pembacaan sensor optik.
Apakah alat cek oksigen darah perlu dikalibrasi ulang setiap tahun?
Umumnya tidak. Yang diwajibkan adalah uji fungsi berkala dengan simulator SpO2 dan perawatan probe sesuai petunjuk pabrikan. Sertifikat kalibrasi generik tanpa hasil uji akurasi tidak cukup sebagai bukti.
Berapa nilai normal SpO2 yang harus dijadikan acuan operasional?
Nilai normal dewasa sehat adalah 95–100%. Rentang 90–94% menandakan hipoksemia ringan sampai sedang, dan di bawah 90% memerlukan oksigen segera.
Bagaimana cara memastikan alat cek oksigen darah yang dibeli memenuhi standar medis?
Pastikan produk memiliki izin edar Kemenkes RI per tipe unit, penyedia memegang IDAK, dan unit terdaftar sah di e-Katalog LKPP atau Inaproc.



